Sentimental Moods


Bila dianalogikan sebagai kain perca, Sentimental Moods (SM) mungkin memiliki filosofi yang sama. Layaknya kain perca yang dibuat dari berbagai potongan pola, tekstur, hingga desain gambar berbeda lalu dijahit bersama menjadi sebuah benda yang sama sekali baru, begitu juga band ska yang terbentuk tahun 2009 ini.

SM pun memiliki warna musik sekaligus personel beragam. Bermacam idiom musikal dari berbagai genre diselaraskan bersama ritmik ska yang khas, jadilah karya-karya musik SM. Bervariasinya latar musikal tiap personelnya pun berpengaruh bagi pengayaan gaya serta musik SM.





Seperti kain perca yang bisa menjadi bermacam produk seperti selimut, dompet, gaun, dan sebagainya, SM pun mengolah kembali berbagai idiom serta latar musikal personelnya menjadi bentuk musik ska yang unik, kaya warna, dan tentu saja menarik.

Filosofi ini lah yang coba secara konsisten dijalankan SM selama karirnya, termasuk saat menjalani berbagai peristiwa yang dihadapi band berpersonel delapan musisi ini.





Beberapa kali gonta-ganti personel, bahkan termasuk pendirinya, ternyata mampu dilewati dengan gemilang dengan tetap kreatif dan tentu saja produktif. Apakah pergantian personel berpengaruh bagi perubahan warna musiknya?

Ternyata tidak ekstrim juga. Bahkan terdengar semakin matang dan mampu diterima khalayak, baik di skena ska sendiri maupun di luar skena.





Rahasianya? Tak lain karena SM memiliki ujung tombak yang solid dan sangat mumpuni. Empat orang ‘vokalis’. Iya, SM menyebut Daniel Sukoco (saksofon bariton, flute), Yurie Fachran (saksofon tenor dan alto), Taufiq Alkatiri (trumpet), dan Amoroso Romadian (trombone) sebagai para vokalis, karena mereka lah frontmen dari band asal Jakarta tersebut.

Mereka lah ujung tombak yang menentukan arah musikalitas SM hingga mampu menjadi daya tarik bagi audiens untuk bisa berapresiasi hingga akhirnya menikmati dan menyukai komposisi-komposisi SM.




Tak heran saat SM di tengah proses pembuatan album penuh kedua yang rencana akan dirilis di semester awal 2016, tercetus ide untuk merilis lebih dahulu sebuah album mini (EP).

Album yang menampilkan tiap ‘vokalis’ SM ini sebagai solois, dengan gaya serta pilihan aransemen yang mereka suka masing-masing – tetap dalam koridor ska ala SM – plus menyajikan pada khalayak warna musik yang lebih fresh dan solid setelah beberapa kali ditinggal personelnya.

Album mini berkonten tiga lagu orisinal dan satu lagu cover ini dikemas sebagai proposal baru pada audiens tentang musik SM yang lebih fresh. Dan satu-satunya yang pantas mempresentasikannya, siapa lagi kalau bukan kuartet horn section yang dikenal dinamis saat beraksi di panggung.

Maka kami menggunakan istilah ‘featuring’ untuk tiap vokalis (brass & wind) di tiap lagunya, karena memang Daniel, Yurie, Taufiq, dan Amor menjadi stars di EP ini. Kami juga dibantu beberapa musisi perkusi Indonesia diantaranya oleh Darman Merdeka pada lagu “Prism”, “Ochi Chernye”, “Pagi Sigi” dan Shofan Kusuma Firdaus (Rasvan), perkusionis dari band Ska andalan Surabaya, Heavy Monster, pada lagu “Sol” – Homage To Jobim.




Selain itu, SM juga berkolaborasi dengan Billi (YalaYala) untuk design cover EP 1/4 ini, dan semakin membuktikan bahwa musik Sentimental Moods dapat dinikmati dari semua kalangan. 

Sentimental Moods

Review   add review

Sentimental Moods have no review yet, please write a review about Sentimental Moods